Langsung ke konten utama

Aku Menakar Setiap Duka

aku menakar setiap duka yang ku temui

dengan mata menyipit, menyelidik -

aku ingin tahu apakah beban beratnya seperti dukaku -

atau lebih ringan ukurannya.


aku ingin tahu apakah mereka telah lama menanggungnya -

atau baru saja awal mula -

tak dapat kukatakan kapan dukaku bermula -

terasa telah sangat lama kepedihannya -


aku ingin tahu apakah duka itu mengoyak hidup

dan bila mereka harus mencoba - 

dan dapatkah - mereka memilih diantara 

tak kan menjadi  - tuk mati -


aku mengerti bahwa beberapa - bersabar cukup lama - 

pada akhirnya - mendapatkan kembali senyum mereka -

sebuah cahaya palsu 

yang memiliki sangat sedikit minyak -


aku ingin tahu bila saat tahuntahun berlalu -

beberapa ribu - dalam penderitaan -

yang melukai mereka lebih awal - seperti kehilangan

dapat membuat mereka mati rasa -


atau akankah mereka tetap dalam penderitaan -

melalui berabad-abad keberanian -

tercerahkan oleh besarnya kepedihan -

berlawanan dengan cintanya


banyak - duka yang aku cerita

berbagai macam penyebabnya - 

kematian - tetapi satu - dan datang sekali -

hanya memaku mata -


ada dukacita karena keinginan - dukacita tersebab kedingingan -

yang mereka sebut sebagai "keputusasaan" - 

ada pengasingan dari mata asal

dalam pandangan udara asal


dan walau mungkin aku tak bisa menebak jenisnya -

dengan tepat - belum bagiku

kenyamanan menohok yang diberikan

dalam melewati barisan


menyimak gaya - salib

dan bagaimana - kebanyakan mereka memakainya -

masih terpesona 'tuk beranggapan -

bahwa beberapa - seperti milikku sendiri.


[Emily Dickinson]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Hamsad Rangkuti: Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu?

Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu? Cerpen Hamsad Rangkuti Seorang wanita muda dalam sikap yang mencurigakan berdiri di pinggir geladak sambil memegang terali kapal. Dia tampak sedang bersiap-siap hendak melakukan upacara bunuh diri, melompat dari lantai kapal itu. Baru saja ada di antara anak buah kapal berusaha mendekatinya, mencoba mencegah perbuatan nekat itu, tetapi wanita muda itu mengancam akan segera terjun kalau sampai anak buah kapal itu mendekat. Dengan dalih agar bisa memotretnya dalam posisi sempurna, kudekati dia samil membawa kamera. Aku berhasil memperpendek jarak dengannnya, sehingga tegur sapa di antara kami, bisa terdengar. “Tolong ceritakan mengapa kau ingin bunuh diri?” Dia berpaling kea rah laut. Ada pulau di kejauhan. Mungkin impian yang patah sudah tidak mungkin direkat. “Tolong ceritakan. Biar ada bahan untuk kutulis.” Wanita itu membiarkan sekelilingnya. Angin mempermainkan ujung rambutnya. Mempermaink...

Cerpen Hamsad Rangkuti: Panggilan Rasul

Panggilan Rasul Oleh: Hamsad Rangkuti MENITIK AIR mata anak sunatan itu ketika jarum bius yang pertama menusuk kulit yang segera akan dipotong. Lambat-lambat obat bius yang didesakkan dokter sepesialis dari dalam tabung injeksi menggembung di sana. Dan anak sunatan itu menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan sakit yang perih, sementara dagunya ditarik ke atas oleh pakciknya, agar ia tidak melihat kecekatan tangan dokter spesialis itu menukar-nukar alat bedah yang sudah beigut sering dipraktikkan. Kemudian kecemasan makin jelas tergores di wajah anak sunatan itu. Dia mulai gelisah.           Di sekeliling pembaringan-dalam cemas yang mendalam-satu rumpun keluarga anak sunatan itu uterus menancapkan mata mereka kea rah yang sama; keseluruhannya tidak beda sebuah lingkaran di mana dokter dan anak lelaki itu sebagai sumbu. Mereka semua masih bermata redup. Kelelahan semalam suntuk melayani tetamu yang membanjiri tiga ter...

The Wound of Sorrow

 the Wound of Sorrow                  by Zawawi In the Name of Yours I proposed to you When dusk creeps dark Birds' flaps return to their nests And when nocturnal animals Shake off daydreams Fight for life Aren’t we Old friends Humming happily Since childhood Reaching for red and blue dragonflies Twisting flirtatiously in the thick grass Aren’t we A cheerful couple Combing along the edge of the river Admiring small shrimps Dancing on the white sand Aren’t we A naughty couple Splashing In shallow puddles Leftover from yesterday's heavy rain In your name I beg you When dusk creeps dark Birds' flaps return to their nests And when nocturnal animals Shake off daydreams Seize life