Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Emily Bronte

Kesunyian adalah Rumahnya

Kesunyian adalah Rumahnya            puisi Emily Bronte Ayolah, angin mungkin tak pernah lagi Bertiup seperti saat ini, ia berhembus kepada kita; Dan bintang-bintang mungkin tak akan pernah lagi bersinar seperti saat ini mereka bersinar; Jauh sebelum Oktober tiba; Lautan darah akan memisahkan kita; Dan engkau harus menghancurkan cinta itu dalam hatimu, dan aku harus menghancurkannya dalam hatiku! :: Malam semakin gelap mengelilingiku            puisi Emily Bronte Malam semakin gelap di sekitarku, Angin liar berhembus dengan dingin; Tapi sebuah mantra tiran telah mengikatku, Aku tak bisa, tak bisa pergi. Pohon-pohon raksasa itu menunduk Dahan-dahannya yang telanjang penuh dengan salju; Badai turun dengan cepat, Dan aku belum bisa pergi. Awan di belakang awan di atasku, Limbah di belakang limbah di bawah; Tetapi tak ada rasa muram yang dapat menggerakkanku; Aku tak mau, tak bisa pergi. 

Akankah Bumi Tak Menginspirasimu Lagi

Akankah bumi tak menginspirasimu lagi          puisi Emily Bronte Akankah bumi tak menginspirasimu lagi, Engkau pemimpi kesepian saat ini? Sebab semangat mungkin tak lagi membakarmu Haruskan alam berhenti menunduk? Pikiranmu selalu bergerak Di tempat yang gelap bagi dirimu; Mengingat perjalanannya yang tak berguna – Kembalilah dan tinggalah bersamaku, Aku tahu angin gunungku yang sepoi-sepoi Masih memikat dan membuatmu tenang –  Aku tahu sinar mentariku yang menyenangkan Meski tak sesuai dengan inginmu, Saat siang menyatu bersama malam Tenggelam dari langit musim panas Aku telah menyaksikan semangatmu membungkuk Dalam pemberhalaan Aku mengawasimu setiap jam; Aku tahu pengaruhku yang besar, Aku tahu kekuatan gaibku Untuk mengusir rasa dukamu Sedikit hati yang diberikan kepada manusia  Di bumi ada begitu banyak pohon pinus Namun tak seorang pun akan meminta surga Lebih mirip bumi ini daripada bumimu Lalu, biarkanlah anginku membelaimu Ijinkanlah aku menj...

Musim Gugur, Dedaunan, Berjatuhan

Musim gugur, dedaunan, berjatuhan            puisi Emily Bronte Musim gugur, daun-daun, berjatuhan, mati, bunga-bunga, pergi, Membuat malam menjadi panjang, memperpendek siang, Setiap dedaunan berbicara tentang kebahagiaan kepadaku Melambai-lambai dari pepohonan musim gugur. Aku akan tersenyum saat lingkaran salju Bermekaran di tempat bunga mawar tumbuh Aku akan berlagu saat malam luruh Mengantarkan hari yang semakin suram

Ah! Mengapa, Karena Matahari Menyilaukan

Ah! Mengapa, Karena Matahari Menyilaukan           puisi Emily Bronte Ah! mengapa, karena sinar mentari yang menyilaukan Memulihkan bumiku dalam sukacita Sudahkah engkau berangkat, kalian semuanya, Dan meninggalkan langit gurun? Sepanjang malam, matamu yang mulia Menatap ke dalam mataku, Dan dengan desahan hati penuh rasa syukur Aku terberkati oleh pandangan ilahiah itu! Aku dalam kedamaian, dan mereguk minumanmu Sebab mereka adalah kehidupan bagiku Dan bersukaria dengan mimpiku yang berubah-ubah Laksana burung-burung laut di laut. Pikiran demi pikiran - bintang demi bintang Melewati wilayah tak terbatas, Sementara satu pengaruh yang manis, dekat dan jauh, Berjalan menggairahkan dan membuktikan kita satu, Mengapa pagi hari terbit hingga pecah Mantra yang begitu hebat dan murni, Dan menghanguskan mulut yang tenang Tempat jatuhnya pancaran sinarmu yang sejuk Semerah darah dia bangkit, dan panahnya lurus, Seberkas cahyanya yang ganas menerpa alisku; Jiwa alam melon...