Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Tentang Kesepian

 Tentang Kesepian Kesepian adalah "kondisi kesulitan atau ketidaknyamanan yang terjadi ketika seseorang merasakan kesenjangan antara keinginan dalam hubungan sosial dan pengalaman aktualnya." Otak orang kesepian bereaksi dengan cara yang unik saat melihat stimulus visual, sementara otak orang yang tidak kesepian bereaksi serupa satu sama lain. Orang yang kesepian mungkin benar-benar memandang dunia dengan cara yang berbeda, mungkin menemukan lebih sedikit nilai dalam momen hidup yang dinikmati oleh orang yang tidak kesepian. Setiap orang kesepian memiliki cara kesepiannya masing-masing. Orang yang tidak kesepian memiliki respon yang sama  satu sama lain, sedang orang kesepian memiliki respon yang berbeda satu sama lain dan dengan orang yang tidak kesepian. Siapapun dapat menjadi kesepian tidak peduli bagaimana hubungan sosial mereka. Orang yang kesepian mungkin memandang dunia dengan cara yang berbeda dari lingkungannya.   Ketika dikelilingi terutama oleh orang-orang...

Billie Holiday: Mutiara Jazz

Billie Holiday: Mutiara Jazz Billie Holiday (pict taken from gettyimage)  " Dia merintis sebuah Era Baru dalam Musik dan Pertunjukan." Bakat murni, gaya unik, dan penampilannya yang jujur ​​mengubah dunia menyanyi.  Penyanyi dan penulis lagu jazz Amerika ini tetap menjadi ikon budaya, yang warisannya terus memengaruhi dan menginspirasi.  Cahaya mutiaranya menyala terang dalam hidupnya yang singkat, meninggalkan banyak karya klasik untuk menggerakkan kita.   __________  “Jika aku bernyanyi seperti orang lain, maka aku tidak perlu bernyanyi sama sekali.” Musik jazz saat ini berutang budi kepada seorang wanita dengan bakat asli dan mentah, dan tekadnya yang berani untuk bernyanyi dari hatinya dengan gayanya sendiri. Eleanora Fagan Gough lahir 7 April 1915 di Philadelphia.  Tumbuh di era jazz-renaissance tahun 1920-an, dia bernyanyi bersama rekaman Bessie Smith dan Louis Armstrong.  Meskipun dia tidak pernah menerima pelatihan teknis atau belajar memb...

Pramoedya Ananta Toer, Dibalik Sebuah Nama Besar

Pramoedya Ananta Toer Dibalik Sebuah Nama Besar "anak-anak urusan ibunya 100%. Aku tak mau turut campur. Itu urusan mereka!" (Pramoedya Ananta Toer)             Selain Pramoedya, menurut Eka Budianta, yang memiliki prinsip hidup bahwa anak-anak adalah urusan ibunya, dan mereka tak peduli pada anak-anaknya adalah W.S. Rendra, dan Jasso Winarto (novelis yang menjadi ekonom pasar saham). Jasso bahkan secara tegas menyatakan anak-anak bisa tumbuh tanpa ayah.             Di balik nama besar Pramoedya Ananta Toer, dia bukanlah seorang bapak yang sukses. Anak-anaknya jauh dengan Pram dan segan bertemu dengan ayahnya. Pram kecewa karena anak-anaknya tak suka membaca.             Dibalik ketenaran namanya sebagai seorang sastrawan dunia, kerja kerasnya yang membabi buta, ketekunan, dan keuletannya masih d...

Ajip Rosidi: Perubahan Sikap Pramoedya Ananta Toer

PERUBAHAN SIKAP PRAMOEDYA ANANTA TOER Oleh: Ajip Rosidi PADA waktu Pramoedya Ananta Toer ditangkap tentara Belanda pada tahun 1947, di tangannya ada naskah roman yang hendak diserahkan kepada percetakan, yaitu bagian awal dari Kranji dan Bekasi Jatuh yang sudah terbit. Naskah itu dirampas dan tidak diketahui nasibnya bagaimana, sehingga roman itu tidak pernah terbit lengkap. Pram yang mulai menulis dalam majalah Sadar dan Mingguan Merdeka sejak 1947, lebih banyak menulis fiksi, walaupun dia juga kadang-kadang menulis laporan.               Setelah dia keluar dari tahanan Belanda, untuk beberapa lama dia bekerja pada penerbit pemerintah Balai Pustaka. Mungkin karena dia berhasil memenangkan hadiah pertama Sayembara Mengarang Roman yang diselenggarakan oleh Balai Pustaka beberapa waktu sebelumnya dengan roman yang ditulisnya dalam penjara berjudul Perburuan (1950). Waktu itu dia sudah terkenal karena ...