burung-burung manyar y.b. mangunwijaya pelan-pelan (baca: aras-arasen) menyelesaikan burung-burung manyar-nya y.b. mangunwijaya, entah sudah berapa waktu, membuat saya penasaran pada kisah kasih ara dan teto. penasaran sekaligus serasa ikut "negeni" perjalanan mereka dan berharap fiksi ini sebagai sebuah kisah dengan akhir yang berbahagia. pembacaan yang banyak jeda membuat saya berpersepsi perjalanan kisah kasih mereka seperti tak ada ujung dan selalu menimbulkan pertanyaan kapan mereka akan bertemu dan saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. barangkali karena sudah berharap di awal pembacaan itu membuat bangunan harapan saya itu runtuh ketika menginjak bagian tiga yang terasa tiba-tiba saja mendapati "kenyataan" ara telah memiliki sebuah keluarga yang terpandang, terhormat, dan ideal tanpa teto. meski terjadi pertemuan antara ara dan teto, pertemuan yang tetap hangat atau lebih hangat namun kondisi mereka telah berbeda. entah mengapa saya jadi berpik...