Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Review Buku

Burung-Burung Manyar

burung-burung manyar y.b. mangunwijaya pelan-pelan (baca: aras-arasen) menyelesaikan burung-burung manyar-nya y.b. mangunwijaya, entah sudah berapa waktu, membuat saya penasaran pada kisah kasih ara dan teto. penasaran sekaligus serasa ikut "negeni" perjalanan mereka dan berharap fiksi ini sebagai sebuah kisah dengan akhir yang berbahagia.  pembacaan yang banyak jeda membuat saya berpersepsi perjalanan kisah kasih mereka seperti tak ada ujung dan selalu menimbulkan pertanyaan kapan mereka akan bertemu dan saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. barangkali karena sudah berharap di awal pembacaan itu membuat bangunan harapan saya itu runtuh ketika menginjak bagian tiga yang terasa tiba-tiba saja mendapati "kenyataan" ara telah memiliki sebuah keluarga yang terpandang, terhormat, dan ideal tanpa teto. meski terjadi pertemuan antara ara dan teto, pertemuan yang tetap hangat atau lebih hangat namun kondisi mereka telah berbeda.  entah mengapa saya jadi berpik...

Namaku Mata Hari, Novel Yang Belum Selesai Ku Baca.

kesan pertama menikmati halaman awal "namaku mata hari" karya remy sylado, hal itu memicu ingatan saya pada struktur(?) cerita bumi manusia nya opa pram. flash back dengan gaya bertutur si tokoh utama. bedanya ketika membaca bumi manusia saya benar-benar seperti masuk ke dalam cerita, menikmati kisah perjalanan hidup minke. sosok minke dan opa pram seolah merupakan figur yang terpisah. kata-kata yang diucapkan minke dan tokoh-tokoh lainnya seperti annelis mellema, sakinem alias nyai ontosoroh, dan tokoh-tokoh lainnya merupakan kata-kata mereka sendiri. di benak saya mereka sungguh tokoh yang hidup. nyai ontosoroh dengan karakter yang tegas dan keras sekaligus memiliki kelembutan saat dibutuhkan, annelis mellema dengan kerapuhan dan kemanjaannya, robert mellema dengan sinisme dan kearoganannya, robert surhof dengan karakter sok dan snobisnya, serta minke yang dalam pencarian jati dirinya, ada keraguan, semangat membela yang lemah, dan pa pram sebagai dalang yang meramu ...