Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Interview

Aku Mencicipi Minuman

aku mencicipi minuman  yang tak pernah diseduh - dari gelas disendok mutiara - tak semua buah berrie menghasilkan alkohol seperti itu! udara yang memabukkan - apakah aku - dan embun pelepas birahi terhuyung-huyung - melewati harihari musim panas yang tak pernah berakhir -  dari penginapan biru yang meleleh -  ketika "tuan tanah" mengeluarkan lebah mabuk  dari pintu pohon foxglove - saat kupukupu meninggalkan "dramnya" aku harus kecuali minum lebih banyak lagi! hingga malaikat mengayunkan topi bersalju mereka -  dan para santa - mengarahkan pandangnya tuk melihat - para peminum kecil - condong tak mengarah - matahari! [emily dickinson]

Wawancara Pramoedya Ananta Toer oleh Playboy Edisi 1 April 2006

THE PLAYBOY INTERVIEW: PRAMOEDYA ANANTA TOER Sosok kontroversial yang membawa nama Indonesia ke peta sastra dunia ini bercerita soal hiruk pikuk hidupnya adalah tantangan sport, perempuan Cina, seks, dan nikmatnya membakar sampah.  Kelahiran 6 Februari 1925 ini amat mengimani kerja. Menganggap kerja sebagai eksistensi abadi bagi manusia. Dan di hati Pramoedya Ananda Toer kerja adalah menulis. Maka menulislah ia. Dalam Rumah Kaca Pram pernah mencatat: ‘.. gairah kerja adlalah pertanda daya hidup, selama orang tak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut…’ Merokok tanpa putus sejak umur 15 tahun, lahirlah tetralogi yang legendaris itu [Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Rumah Kaca, dan Jejak Langkah]. Juga judul judul seperti Mangir, Arok Dedes, Arus Batik, Nyanyi Sunyi SeorangBisu dan banyak lagi. Semuanya memiliki kesamaan: menggetarkan dunia. Nominasi Nobel bidang sastra beberapa kali mencatat namanya.  Pengalaman hidupnya seolah ditakdirkan dramatis [lay...

Apakah Silang Sengkarut dalam Sastra Indonesia Tidak Lebih Penting dari Persoalan Celana Dalam Dinar Candy?

(Renata Moeloek, Chef Cakep) Apakah Persoalan Sastra Indonesia Tidak Lebih Penting dari Bahasan tentang Celana Dalam Dinar Candy? (Sebuah Wawancara Imajinasi dengan Deddy Corbuzier) Master Deddy Corbuzier, Ph.D., siapa warga +62 yang tidak kenal sosoknya. Seorang magicians yang sudah merasa mentok dan bosan saat berada di capaian paling puncaknya, lalu "pensiun dini" (secara profesional) dan beralih profesi sebagai host beberapa program di televisi. Saat programnya mengalami "kelesuan"  karena pandemi atau mungkin juga "berselisih" dengan produser program lalu membuat podcast #closethedoor. Karakternya yang kuat dan penampilan yang selalu nyentrik didukung dengan narasumber yang menarik dan sedang menjadi pusat perhatian baik dalam program-program yang dia tuan rumahi sebelumnya maupun di podcastnya sendiri, #closethedoor membuat program yang dibawanya banyak diminati oleh penonton yang dia sebut dengan smart people. Podcastnya, #closethedoor dikenal sebag...