Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label lirik lagu

Simon & Garfunkel: uara Kesunyian

source: google by Simon & Garfunkel Halo, kegelapan, teman lamaku Aku datang untuk berbincang denganmu lagi Sebab sebuah visi merayap perlahan Meninggalkan benihnya saat aku sedang tertidur Dan visi yang tertanam di  benakku Masih ada Dalam suara kesunyian Dalam mimpi yang resah aku berjalan seorang diri Jalan setapak berbatu Di bawah sapaan cahaya lampu jalan Aku menaikkan kerahku pada dingin dan lembap Saat mataku tertusuk sinar lampu neon yang membelah cahaya Dan menyentuh suara keheningan Dan dalam cahaya telanjang aku menyaksikan Sepuluh ribu orang, mungkin lebih Orang berbincang tanpa bicara Orang mendengar tanpa menyimak Orang menulis lagu yang suaranya tak pernah terdengar Tak ada yang berani Mengganggu suara kesunyian "Bodoh," kataku, "Tahukah Engkau, kesunyian seperti sebuah kanker yang tumbuh.  Dengarlah kata-kataku agar aku bisa mengajarimu Pegang tanganku agar aku bisa menggapaimu." Tapi kata-kataku seperti tetesan hujan yang diam jatuh.  Dan bergem...

Pramoedya dan Nobel

Pramoedya dan Nobel Perbincangan hangat tentang hadiah nobel untuk Pramoedya Ananta Toer pernah terjadi. Beberapa kali sempat menjadi kandidat peraih nobel dimana beliau juga sempat mengharapkannya namun sempat menjadi tak berharap hingga tiadanya. namun siapa bilang Pramoedya belum pernah mendapatkan nobel? silakan simak kisah opa pram dalam video ini bagaimana perasaan beliau setelah mendapatkan nobel. Notes: 1. The video taken from Mr. Soesilo Toer's IG. 2. Nobel stands for Noni Belanda. 😀

Sebuah Tafsir Kebun Terakhir

Sebuah Tafsir Kebun Terakhir (Rara Sekar/Hara) Sebagian besar kelompok masyarakat tertentu mungkin menganggap industrialisasi dan modernisasi identik dengan kemajuan peradaban. Kemajuan peradaban mungkin juga berarti meningkatnya ekonomi dan taraf hidup masyarakat.  Namun sebagian kelompok masyarakat lainnya mungkin juga menyadari bahwa betapa industrialisasi itu bagaikan raksasa yang buas. Raksasa buas yang menggunakan segala macam cara untuk dapat mencaplok "kehidupan" kelompok masyarakat tertentu lainnya, yaitu para petani.  (si cantik danilla riyadi, temennya rara sekar 😀😃😄😁) Bersatunya pemilik modal, pemerintah, dan aparaturnya biasanya menjadi komposisi mulut dan taring, darah dan daging raksasa tersebut.  Taring yang merobek daging kehidupan petani yang empuk dan  lezat. Mulut yang mengunyah kebahagian petani  dengan tanpa merasa bersalah. Raksasa buas yang tentu saja tanpa nurani. Barangkali demikianlah suara hati yang begitu dalam dari "aku lirik" y...

Cuklek Atiku, Dik

(Favourite Person) Aku diam, kamu pun terdiam Sehabis kamu lantakkan hatiku sebagai yang salah paham Meski semua jelas di mataku Apalagi di rasaku Kamu telah menduakanku Kekasih yang sungguh welas padamu Namun kamu tetap memungkiriku Setega itukah dirimu? Sekejam itukah nyatamu? Seliar itukah sifatmu? Yang dulu pernah mempesona diriku Aku marah, kamu pun marah Aku dan kamu saling membuang arah Masing-masing menempuh jalan berkeluh kisah Sudah terhapus kata "kita" Segala musnah tak ada sisa Kamu membuat hatiku patah jadi dua Tak ada sembab di matamu Seperti tak ada sesal dalam dadamu Sungguh kamu membuat cuklek atiku