CARA MENJADI PAKIS
puisi Kit Fan
Biru-putih kemudian abu-abu bertinta lalu hujan es
berketipak-ketipuk pada kaca.
Kota yang aku cinta yang namanya telah aku hapus kembali
antara aku dan kaca
saat guntur melengking seperti suara saksofon
terkubur di dalam salah satu guci Keats.
Beri aku kesempatan kedua, kota menyelundup.
Sebuah legiun awan badai menilai diriku.
Aku yang masih muda, membuka hatiku terlalu cepat dan angin mencabik-cabiknya
begitu saja. Angin tak pernah menjadi kota
kecuali bila ia menguras darah,
keheningan yang terisi seperti kapas
masuk ke telinga, mata, hidung, anus, mulut, dan diawetkan apa yang tersisa padaku dalam lumpur
Keheningan adalah kota yang masih kuciumi, bukan tanpa alasan.
Banyak mata air telah disemprotkan
dan aku tetap berciuman, membentangkan lidahku
untuk kota dalam diriku, aku tidak bisa kembali
bukan hujan, angin, atau kaca. Aku bukan pakis.
Katakan padaku bagaimana menjadi, dan aku akan belajar
dan menyingkirkan yang telah ku pelajari.
Komentar
Posting Komentar