Langsung ke konten utama

Cemburu

Cemburu

translated & adapted from Jealous by Labrinth 


(Danilla Jelita Poetry Riyadi)



aku cemburu 

pada hujan menetes 

di kulit putihmu

lebih lekat 

dari tanganku 

dahulu


aku cemburu 

pada angin berdesir 

di pakaianmu

lebih lekat dari 

bayangmu


aku cemburu 

pada malam-malam

tak kunikmati 

bersamamu


aku cemburu 

pada cinta tiada

wujudnya

pergi kau bagi 

bersamanya


sulit bagiku 

untuk mendaku 

aku cemburu 

seperti itu


engkau bahagia tanpaku 

di sisimu


===///===


(ii)


aku cemburu

pada pakaian memeluk 

erat setiap lekuk 

tubuhmu


aku cemburu

pada sepasang sepatu 

melindungi kakimu


aku cemburu 

pada kaos kaki

membuat hangat 

tubuhmu


aku cemburu

pada gawai kau sentuh

mendampingimu 

tiap saat tiap waktu


aku cemburu

pada starcaster kau 

rengkuh erat-erat 

pada tubuhmu



aku cemburu

pada botol kesayanganmu

membuatmu menemui 

inspirasi dan percaya diri


aku cemburu

pada apapun dan siapapun

memalingkan batinmu

dariku


sulit untuk mendaku

aku begitu 

cemburu dengan 

caraku


melihat engkau 

tertawa ceria tanpaku 

bersamamu



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen Hamsad Rangkuti: Panggilan Rasul

Panggilan Rasul Oleh: Hamsad Rangkuti MENITIK AIR mata anak sunatan itu ketika jarum bius yang pertama menusuk kulit yang segera akan dipotong. Lambat-lambat obat bius yang didesakkan dokter sepesialis dari dalam tabung injeksi menggembung di sana. Dan anak sunatan itu menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan sakit yang perih, sementara dagunya ditarik ke atas oleh pakciknya, agar ia tidak melihat kecekatan tangan dokter spesialis itu menukar-nukar alat bedah yang sudah beigut sering dipraktikkan. Kemudian kecemasan makin jelas tergores di wajah anak sunatan itu. Dia mulai gelisah.           Di sekeliling pembaringan-dalam cemas yang mendalam-satu rumpun keluarga anak sunatan itu uterus menancapkan mata mereka kea rah yang sama; keseluruhannya tidak beda sebuah lingkaran di mana dokter dan anak lelaki itu sebagai sumbu. Mereka semua masih bermata redup. Kelelahan semalam suntuk melayani tetamu yang membanjiri tiga ter...

Cerpen Hamsad Rangkuti: Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu?

Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu? Cerpen Hamsad Rangkuti Seorang wanita muda dalam sikap yang mencurigakan berdiri di pinggir geladak sambil memegang terali kapal. Dia tampak sedang bersiap-siap hendak melakukan upacara bunuh diri, melompat dari lantai kapal itu. Baru saja ada di antara anak buah kapal berusaha mendekatinya, mencoba mencegah perbuatan nekat itu, tetapi wanita muda itu mengancam akan segera terjun kalau sampai anak buah kapal itu mendekat. Dengan dalih agar bisa memotretnya dalam posisi sempurna, kudekati dia samil membawa kamera. Aku berhasil memperpendek jarak dengannnya, sehingga tegur sapa di antara kami, bisa terdengar. “Tolong ceritakan mengapa kau ingin bunuh diri?” Dia berpaling kea rah laut. Ada pulau di kejauhan. Mungkin impian yang patah sudah tidak mungkin direkat. “Tolong ceritakan. Biar ada bahan untuk kutulis.” Wanita itu membiarkan sekelilingnya. Angin mempermainkan ujung rambutnya. Mempermaink...

The Wound of Sorrow

 the Wound of Sorrow                  by Zawawi In the Name of Yours I proposed to you When dusk creeps dark Birds' flaps return to their nests And when nocturnal animals Shake off daydreams Fight for life Aren’t we Old friends Humming happily Since childhood Reaching for red and blue dragonflies Twisting flirtatiously in the thick grass Aren’t we A cheerful couple Combing along the edge of the river Admiring small shrimps Dancing on the white sand Aren’t we A naughty couple Splashing In shallow puddles Leftover from yesterday's heavy rain In your name I beg you When dusk creeps dark Birds' flaps return to their nests And when nocturnal animals Shake off daydreams Seize life