[source pict taken from Madu's FB] telah aku bangun sebuah taman baca sederhana dengan pintu dan jendela kerap terbuka yang sesiapa dengan mudah membuka dan singgah di dalamnya. kerap juga ada yang membuka dengan paksa ketika pintu tak terbuka meski tanpa ijinku. aku hanya merasa prihatin karena dengan cara paksa ini dapat mendatangkan kesedihan. entah mengapa mereka begitu ngotot ingin menyinggahinya. hingga ada yang membuka paksa pintunya entah mengapa mereka suka membaca buku-buku koleksiku yang tak begitu banyak. hanya buku-buku tentang keinginan-keinginan, mimpi-mimpi, dan melankoli, barangkali juga tentang dendam dan kebencian juga kesedihan-kesedihan atau juga rasa suka yang tak semestinya dan juga rasa rindu yang tak pernah usai menjadi hantu. namun demikian aku tetap merasa senang dengan taman baca yang aku bangun ini dapat menjadi puisi yang dicipta penyair sehabis menyinggahinya, dapat memunculkan para pahlawan dalam komunitasnya, barangkali juga menja...